Bandung, TRIBUNJABAR.ID – Minat masyarakat Kota Bandung terhadap transaksi valuta asing (valas), khususnya Dolar Amerika Serikat (USD), mengalami lonjakan signifikan belakangan ini. Fenomena ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global yang membuat masyarakat mencari instrumen investasi yang lebih aman dan berpotensi memberikan keuntungan.
Rafi, pegawai Money Changer di kawasan Jalan Dago, Kota Bandung, mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir transaksi valas meningkat pesat. “Transaksi memang sedang naik. USD jadi instrumen investasi yang paling diminati karena nilai stabil dan prospek keuntungan jangka panjang,” kata Rafi saat ditemui, Rabu (24/4/2025).
Menurut Rafi, untuk meraih keuntungan optimal dalam valas, modal yang dikeluarkan perlu cukup besar. Contohnya, pembelian USD senilai Rp10 juta dengan kurs Rp16.900 yang kemudian dijual saat harga naik menjadi Rp17.000 dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp1 juta.
Selain USD, Dolar Singapura (SGD) juga menjadi pilihan investasi meski memiliki fluktuasi nilai yang cepat sehingga memerlukan ketelitian dalam melakukan transaksi. Pada kondisi pasar yang sedang fluktuatif, Money Changer tempat Rafi bekerja bisa melayani hingga 100 transaksi per hari.
Rafi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi valas. “Harus teliti saat membeli dan menjual. Jangan sampai salah hitung. Timing beli saat harga turun dan jual saat harga tinggi sangat penting,” ujarnya.
Lonjakan transaksi valas ini merupakan respons masyarakat terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan geopolitik global. Valas dianggap sebagai alat lindung nilai (hedging) supaya aset tidak tergerus inflasi dan penurunan nilai.
Dengan kondisi pasar yang terus bergerak dinamis, aktivitas jual beli valas di Kota Bandung diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat sebagai bentuk strategi investasi masyarakat.
sumber dari :
Transaksi Valas Diburu Warga Kota Bandung, USD Jadi Primadona Investasi – Tribunjabar.id




