JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik arah menjadi menguat pada Selasa (7/10/2025) siang, setelah sempat dibuka melemah. Penguatan ini terjadi karena kuatnya intervensi Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 13.46 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini menguat sebesar 32 poin (0,19%) ke level Rp 16.551 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,20% ke level 98,3.
Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini melemah sebesar 13 poin (0,08%) ke level Rp 16.596 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Senin (6/10/2025), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat ditutup melemah 20 poin di level Rp 16.583.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan, sebenarnya sampai dengan siang ini rupiah masih mengalami tekanan, namun pergerakannya lebih datar karna intervensi BI di pasar. “Tekanan rupiah datang dari luar dan dalam,” ungkap Rully kepada Investor Daily, Selasa (7/10/2025).
Baca Juga:
Rupiah Berisiko Terkapar Kena Sentimen Ganda
Dari global, Rully mengatakan, masih ada faktor risiko shutdown di AS sehingga pelaku pasar meningkatkan pegang mata uang aman dollar AS. “Sedangkan dari domestik ada penurunan cadangan devisa buat bayar utang dan intervensi BI,” jelasnya.
Rully memprediksi, nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan melemah tipis. “Rupiah hari ini diprediksi akan berada pada kisaran Rp 16.575-16.581,” tutuup Rully.



