JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis (16/10/2025) ditutup dengan pelemahan tipis sebesar 0,03% atau setara 5 poin, berada di posisi Rp16.581 per dolar AS. Tren ini diperkirakan berlanjut pada perdagangan Jumat (17/10/2025) dengan nilai tukar rupiah yang diprediksi masih mengalami fluktuasi dan cenderung melemah di kisaran Rp16.580 hingga Rp16.620.
Fluktuasi nilai tukar ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik. Di pasar global, ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin pada Oktober ini, serta kemungkinan penurunan lanjutan pada Desember, menimbulkan sentimen pasar yang berujung pada ketidakpastian di pasar valuta asing. Indeks dolar AS mengalami pelemahan 0,16% ke level 98,63, yang turut memengaruhi nilai tukar rupiah dan mata uang utama Asia lainnya.
Selain itu, beberapa mata uang Asia juga mengalami pergerakan berbeda, seperti yen Jepang dan dolar Taiwan yang melemah, sedangkan won Korea Selatan dan rupee India menguat terhadap dolar AS. Sentimen global ini sejalan dengan kondisi geopolitik dan ekonomi yang terus berkembang, sehingga memberikan tekanan sekaligus peluang pada nilai tukar rupiah.
Di dalam negeri, para pelaku pasar dan masyarakat disarankan untuk mewaspadai volatilitas nilai tukar rupiah karena pergerakan yang cepat dapat terjadi. Untuk transaksi di money changer, kurs jual beli dolar AS hari ini berada pada kisaran Rp16.435 hingga Rp16.735 untuk transaksi di bawah USD 2.500, mencerminkan kondisi pasar yang penuh dinamika.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan bahwa rupiah akan tetap berada di tekanan melemah seiring ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan sentimen global yang belum stabil.
sumber dari : Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 17 Oktober 2025



