Banjarbaru – Humas Tanjung, Salah satu bentuk pelayanan kepada jamaah haji di Asrama Haji Banjarmasin yakni dengan disediakannya pelayanan penukaran mata uang (Money Changer) dari mata uang Rupiah ke Riyal (pada saat pemberangkatan jamaah) dan mata uang Riyal ke Rupiah (pada saat kedatangan jamaah) yang dipercayakan kepada PT. Haji La Tunrung A.M.C.
Lana selaku staff PT. Haji La Tunrung A.M.C mengungkapkan kepada Tim Humas Kemenag Tabalong bahwa penukaran mata uang Riyal ke Rupiah hingga kedatangan jamaah Kloter-09 pada Jumat (23/10/15) malam akumulasi pertukaran mata uang hanya berjumlah Rp. 95.000.000. Berbeda jauh nominalnya pada saat jamaah akan bertolak ke tanah suci jumlah tukar mata uang riyal hingga mencapai Rp. 2 Milyar.
“Selama beroperasi di Asrama Haji Banjarmasin sejak pemberangkatan jamaah haji kloter-01, jumlah jamaah haji yang melakukan penukaran uang dari Rupiah ke Riyal memang sangat besar, yakni sebesar Rp. 2 Milyar,” ungkap Lana.
Lebih lanjut Lana menambahkan bahwa menjelang pemberangkatan ke tanah suci, jumlah penukaran mata uang Riyal sangat tinggi diakibatkan jamaah akan tinggal selama sebulan lebih di Arab Saudi dan tentu saja membutuhkan mata uang Riyal dalam bertransaksi jual beli, sedangkan pada saat kedatangan, kemungkinan besar stok mata uang Riyal yang dimiliki jamaah sudah menipis atau bahkan habis.
Nilai tukar mata uang pada saat pemberangkatan jamaah cukup tinggi karena 1 Riyal senilai dengan Rp. 4.200, namun pada saat kedatangan jamaah nilai tukar berada dikisaran Rp. 3.400. Tinggi rendahnya nilai tukar juga dipengaruhi juga oleh nilai Kurs Dollar. “Berapapun mata uang riyal yang akan ditukarkan ke Rupiah akan tetap kami layani, meskipun hanya 1 Riyal,” ujar Lana kepada Tim Humas.
Kepala Kemenag Tabalong, H. Mahrus, MM saat dimintai pendapatnya saat obrolan santai mengenai hal tersebut mengatakan bahwa dengan adanya gerai money changer, sangat membantu masyarakat khususnya jamaah yang berangkat maupun yang telah kembali dari tanah suci dan masih memiliki stok mata uang Riyal untuk kembali ditukarkan ke mata uang rupiah.
“Masyarakat awam kadangkala ada yang masih kesulitan dan tidak paham menggunakan ATM (Automatic Teller Machine/Anjungan Tunai Mandiri) di Arab Saudi, sehingga dengan memanfaatkan layanan money changer yang berada di area asrama haji memang sangat diperlukan. Selain itu, sekembalinya ditanah air masih bisa ditukar kembali ke rupiah,” pungkas H. Mahrus. (Rep:sry/ft:rdy)



