Meski nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sempat melemah hingga menembus Rp 15.030 pada awal September 2018, money changer PT Sugi Internasional Valas di Bandar Lampung justru mencatat tren pembelian dolar yang lebih tinggi dibandingkan penjualan. Fenomena ini menunjukkan ketidakpastian dan perilaku protektif masyarakat terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang.
Menurut Anju Yusika Situmorang, Account Executive PT Sugi Internasional Valas, sejak awal bulan September 2018, transaksi membeli dolar mendominasi dibandingkan penjualan. Data internal money changer menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak membeli dolar untuk kebutuhan perjalanan atau jalan-jalan ke luar negeri, sementara penjual dolar relatif sedikit.
Situasi ini menyebabkan suasana transaksi di money changer tampak lengang dari sisi penjualan dolar, meskipun nilai tukar sempat mencapai puncak Rp 15.030. Pada tanggal 6 September 2018, kurs dolar kembali turun ke sekitar Rp 14.950 per dolar. Beberapa nasabah, seperti Doni, menjual dolar bukan lantaran antisipasi pergerakan pasar, melainkan karena kebutuhan mendadak akan dana rupiah.
Fenomena pembelian dolar ini juga mencerminkan perilaku masyarakat menggunakan mata uang Amerika sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah ketidakstabilan Rupiah. Lonjakan pembelian dolar oleh masyarakat menjadi gambaran kekhawatiran terhadap penurunan daya beli Rupiah.
Lebih luas, pelemahan Rupiah berimbas pada meningkatnya permintaan dolar yang berakibat pada aktivitas money changer yang padat sekaligus menunjukkan ketidakpastian pasar. Pelemahan mata uang juga menimbulkan dampak ekonomi signifikan, seperti kenaikan biaya impor, meningkatnya inflasi, dan beban utang luar negeri yang lebih besar. Namun, kondisi ini juga membuka peluang bagi ekspor Indonesia yang menjadi lebih kompetitif di pasar global.
Bank Indonesia dan pemerintah melakukan berbagai intervensi, seperti menaikkan suku bunga dan intervensi pasar valuta asing, untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan pasar.
Kondisi ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi pada awal September 2018 menjadi cerminan bagaimana masyarakat dan pelaku pasar merespons dinamika mata uang asing. Money changer seperti PT Sugi Internasional Valas menjadi titik pantau penting dalam memahami perilaku transaksi valuta asing serta dampak ekonomi secara keseluruhan.
sumber dari :
Kurs Dolar Naik, di Money Changer Ini Justru Lebih Banyak yang Beli Dolar – Tribunlampung.co.id




