Jakarta, September 2018 — Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah signifikan hingga hampir menyentuh angka Rp 15.000 per USD, tepatnya pada posisi Rp 14.927. Kondisi ini tidak lantas membuat masyarakat enggan membeli dolar, bahkan mereka berbondong-bondong menyerbu money changer di Jakarta untuk melakukan pembelian.
Fenomena ini terlihat jelas di VIP Money Changer kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang kewalahan melayani antrian panjang para pembeli. Sejumlah pelanggan harus rela menunggu berjam-jam hanya untuk bisa menukar rupiah mereka ke dolar. Bahkan, kursi yang disediakan tidak mampu menampung semuanya, sehingga beberapa orang harus duduk di lantai karena kelelahan.
Seorang pengunjung, Lolly dari Pluit, Jakarta Utara, menyatakan dirinya telah mengunjungi berbagai money changer dan mendapati kondisi serupa di lokasi lain. Ia mengeluhkan kurangnya inisiatif dari pihak money changer untuk menambah fasilitas seperti kursi agar pengunjung tak terlalu lelah menunggu.
Menurut pengamatan karyawan money changer, pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga perusahaan swasta yang ingin mengamankan modal di tengah ketidakpastian nilai tukar Rupiah. Kepanikan yang muncul akibat pelemahan rupiah ini mendorong banyak orang mengonversi dana mereka ke dolar, meski dengan harga yang cukup mahal.
Fenomena ini menjadi gambaran nyata kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan perekonomian dan stabilitas mata uang nasional. Pelemahan Rupiah meningkatkan risiko inflasi dan membuat banyak orang memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar sebagai langkah antisipasi.
sumber dari : Karyawan Money Changer Heran, Dolar Mahal Kok Masyarakat Berbondong-Bondong Beli – Wartakotalive.com




