Bandar Lampung — Meski nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) sedang melemah pada awal September 2018, Money Changer PT Sugi Internasional Valas di Tanjung Karang, Bandar Lampung, justru mencatat lonjakan pembelian dolar oleh masyarakat, terutama untuk kebutuhan perjalanan dan konsumsi pribadi.
Pada Kamis, 6 September 2018, kondisi money changer di Jalan RA Kartini itu tampak cukup lengang dari sisi penjualan dolar. Anju Yusika Situmorang, Account Executive PT Sugi Internasional Valas, mengungkapkan bahwa sejak awal bulan, jumlah masyarakat yang menjual dolar sangat sedikit, sementara pembeli justru lebih banyak. Hal ini terindikasi dari catatan transaksi harian di money changer tersebut.
Anju menjelaskan, “Saat kurs dollar naik, masyarakat cenderung lebih jarang menjual dolar mereka. Sebagian besar yang membeli adalah untuk keperluan jalan-jalan atau kebutuhan personal lainnya.” Pada hari tersebut, kurs dolar sempat turun dari Rp 15.030 menjadi sekitar Rp 14.950, namun hal tersebut tidak mengurangi minat pembeli dolar.
Salah seorang penukar dolar bernama Doni mengaku menjual dolar karena kebutuhan mendesak, bukan menunggu momen tertentu. Ia menyatakan, “Saya tidak menunggu momen khusus, kebetulan sedang butuh, jadi saya jual saat kurs tinggi.”
Fenomena ini menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar tidak secara otomatis mendorong perilaku ekonomi yang logis seperti menjual dolar saat kurs naik. Kebutuhan riil dan perilaku konsumen dalam masyarakat turut membentuk dinamika pasar valuta asing. Selain itu, fluktuasi nilai tukar yang tajam juga memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk harga barang impor yang dapat memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.
Perekonomian Indonesia yang mengadopsi sistem nilai tukar mengambang membuat nilai Rupiah sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran dollar. Kenaikan dolar juga bisa menambah beban biaya impor dan utang luar negeri, sehingga diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Kondisi yang tercatat di money changer Bandar Lampung ini menjadi gambaran nyata kompleksitas perilaku pasar valuta asing dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah diharapkan terus berupaya menstabilkan nilai tukar agar sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dengan baik.
sumber dari :
Kurs Dolar Naik, di Money Changer Ini Justru Lebih Banyak yang Beli Dolar – Tribunlampung.co.id



