Yogyakarta, 23 April 2018 – Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS di berbagai money changer di Yogyakarta mencatatkan angka tertinggi dalam bulan April ini. Money changer Mulia Bumiarta di Grand Inna Malioboro melaporkan nilai tukar jual mencapai Rp 14.025 per USD, naik dari posisi sebelumnya di kisaran Rp 13.950. Sementara Smartdeal Money Changer di kawasan Jalan Pangeran Mangkubumi juga menunjukkan tren serupa dengan nilai tukar jual sebesar Rp 13.910 per USD. Lonjakan nilai tukar ini menjadi sinyal adanya tekanan terhadap Rupiah yang disebabkan oleh dinamika ekonomi domestik dan global.
Dua tahun kemudian, pada 19 Maret 2020, kondisi nilai tukar Rupiah semakin menurun drastis hingga menembus Rp 16.070 per Dollar AS di money changer Tamansari, Jakarta Barat. Pelemahan Rupiah kali ini bersumber dari ketidakpastian ekonomi global yang diperparah oleh pandemi Covid-19. Pandemi memicu peningkatan permintaan Dollar AS oleh para investor global sebagai bentuk lindung nilai akibat gejolak pasar keuangan dan perlambatan aktivitas ekonomi.
Di sisi perbankan nasional, nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah di bank-bank besar seperti BCA dan Mandiri berada di rentang Rp 15.835 hingga Rp 16.245 pada periode yang sama. Kepala operasional money changer melaporkan lonjakan transaksi penukaran valuta asing yang signifikan, mencerminkan kekhawatiran masyarakat dan pelaku usaha terkait gejolak mata uang.
Dari perbandingan data ini, dapat dilihat bahwa dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, Rupiah melemah sekitar Rp 2.000 per Dollar AS di pasar money changer. Fluktuasi tajam ini menggambarkan bagaimana kondisi ekonomi makro dan faktor eksternal dapat memengaruhi nilai tukar Rupiah secara drastis. Pada akhirnya, masyarakat yang bergantung pada money changer untuk transaksi valuta asing merasakan dampak nyata dari pergerakan nilai tukar ini.
Bank Indonesia dan otoritas terkait telah merespons ketidakstabilan ini dengan berbagai kebijakan, termasuk penurunan suku bunga acuan dan stabilisasi pasar keuangan melalui kerja sama swap valuta asing internasional. Langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga kestabilan Rupiah agar dampak ekonomi negatif yang berkelanjutan dapat diminimalisir.
Kondisi ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap dinamika nilai tukar di tengah perkembangan ekonomi global, serta perlunya keterbukaan informasi dan kebijakan responsif untuk menjaga kestabilan ekonomi dan kepercayaan masyarakat.
sumber dari :
Nilai Tukar Rupiah di Money Changer Capai Rp 14.025 per USD – Tribunjogja.com




