JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah lagi pada Selasa (23/9/2025), meski sempat dibuka menguat. Pelemahan itu karena pasar masih menyesuaikan perubahan kebijakan dari Menteri Keuangan Baru Purbaya Yudhi Sadewa.
Rupiah hari ini ditutup melemah sebesar 77 poin (0,46%) ke level Rp 16.687,5. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,05% menjadi 97,38. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup terpangkas sebesar 11,5 poin (0,07%) ke level Rp 16.612,5 pada Senin (22/9/2025).
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini melemah setelah sebelumnya sempat menguat karena pelaku pasar masih belum menerima kebijakan baru dari Purbaya setelah menggantikan Sri Mulyani.
Padahal di saat yang sama, IMF telah merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,7 menjadi 4,8. Tapi ternyata, sentimen positif IMF belum mampu menopang penguatan rupiah hari ini,” ungkap Ibrahim, Selasa (23/9/2025).
Dari eksternal, lanjut Ibrahim, data tenaga kerja AS mengalami penurunan dan pengangguran semakin bertambah. Hal itu semakin menguatkan ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (Bps) pada pertemuan Oktober mendatang dan total 50 bps pada akhir tahun.
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 23 September 2025: Bangkit
Namun, Ibrahim menyebut, hal itu juga ternyata belum bisa mengangkat rupiah. Karena rupiah tertekan pada gejolak geopolitik di Eropa, dimana Rusia masih terus menyerang Ukraina, sehingga memancing kecaman dari AS dan NATO.
Sumber dari investor id




