Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, 19 Agustus 2025, mengalami pelemahan ke level Rp16.229 per dolar AS. Data Bloomberg pukul 09.00 WIB menunjukkan rupiah melemah 0,19% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sesi sebelumnya, sementara indeks dolar AS menguat tipis sebesar 0,04% ke angka 98,20.
Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah pergerakan bervariasi mata uang utama Asia lainnya pada pagi hari. Yen Jepang menguat 0,10%, namun dolar Singapura, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan masing-masing melemah 0,06%, 0,17%, dan 0,14%. Selain itu, peso Filipina, yuan China, ringgit Malaysia, dan baht Thailand juga melemah, sedangkan rupee India justru menguat 0,24%.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi sebelumnya rupiah akan mampu ditutup menguat dalam rentang Rp16.120 hingga Rp16.180. Namun, kondisi pelemahan pada pembukaan perdagangan hari ini menunjukkan adanya tekanan pasar yang signifikan, terutama dipengaruhi oleh sentimen global dan perkembangan geopolitik.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur Perry Warjiyo menyatakan bahwa BI akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing termasuk dalam transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri dan transaksi spot serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai langkah memperkuat stabilitas pasar keuangan.
Di level global, indeks dolar AS menguat 0,31% ke posisi 98,122 sebagai reaksi atas meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Rusia. Presiden AS Donald Trump memberikan jaminan keamanan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam setiap kesepakatan damai yang melibatkan Rusia, menimbulkan ketidakpastian di pasar energi dunia dan memperkuat posisi dolar AS.
Analis pasar independen Tina Teng mengungkapkan bahwa meskipun sentimen risk-on masih mewarnai pasar, pelaku pasar tetap berhati-hati mengingat potensi dampak ketegangan geopolitik terhadap pasar energi global.
Para investor kini menantikan hasil simposium tahunan bank sentral AS di Jackson Hole, di mana Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan prospek ekonomi serta kebijakan suku bunga yang akan menjadi acuan baru bagi pasar global, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.
Dengan kombinasi faktor domestik dan global yang dinamis, rupiah diperkirakan akan terus mengalami volatilitas dan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini
sumber dari :
Rupiah Dibuka Melemah di Hadapan Dolar AS, Sentuh Level Rp16.229




