Jakarta, September 2025 — Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami pelemahan signifikan, yang membuat harga jual dolar di money changer di Jakarta nyaris menyentuh angka Rp 16.800 per USD. VIP Money Changer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, saat ini menjual dolar pada harga Rp 16.750 dan membeli di Rp 16.725. Money changer lain seperti Dua Sisi di Grand Indonesia menetapkan harga jual dolar Rp 16.780 dengan harga beli Rp 16.630.
Sementara itu, beberapa bank besar di Indonesia mulai menjual dolar AS dengan harga mendekati Rp 16.900. Bank OCBC NISP mematok harga jual tertinggi di level Rp 16.855, diikuti Bank Sinarmas dengan harga Rp 16.795 per dolar AS. Meski demikian, aktivitas di tempat penukaran uang tersebut terpantau biasa saja, tidak ada antrean panjang atau keramaian berlebih, menandakan permintaan pasar yang stabil.
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Perekonomian
Pelemahan Rupiah terhadap USD ini membawa dampak nyata bagi perekonomian nasional. Kenaikan harga dolar membuat biaya impor meningkat, mengakibatkan harga bahan pokok dan produk impor naik. Hal ini berkontribusi pada tekanan inflasi yang dapat menurunkan daya beli masyarakat.
Selain itu, perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor harus menanggung biaya produksi lebih tinggi, yang berpotensi mendorong kenaikan harga jual produk dalam negeri. Perusahaan dengan utang dolar juga menghadapi beban lebih besar untuk memenuhi kewajiban utang mereka.
Secara makro, pelemahan rupiah dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui pelemahan konsumsi rumah tangga dan investasi. Risiko ketidakpastian nilai tukar juga dapat memperlambat investasi asing masuk ke Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah stabilisasi nilai tukar yang lebih kuat dari pemerintah dan Bank Indonesia, serta kebijakan ekonomis yang mampu melindungi daya beli masyarakat dan memperkuat sektor ekspor sebagai penopang devisa negara.
sumber dari : Rupiah Kurang Darah, Money Changer Jual Dolar AS Nyaris Rp 16.800




