Jakarta, 5 September 2018 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan signifikan, menyentuh kisaran Rp 15.000 per dolar AS. Pelemahan ini memicu lonjakan aktivitas penukaran valuta asing di berbagai money changer di Jakarta.
Money changer besar seperti PT Ayu Masagung dan Valuta Inti Prima (VIP) menetapkan kurs jual dolar AS sekitar Rp 15.000 dengan kurs beli yang sedikit lebih rendah, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat untuk menjual dolar mereka.
“Sejak dolar melewati Rp 14.500, pengunjung semakin ramai. Kami mencatat hingga ratusan transaksi setiap hari, mulai dari jumlah kecil hingga korporasi yang melakukan transaksi besar,” ujar seorang petugas dari VIP money changer.
Mayoritas pelanggan memilih transaksi tunai demi kemudahan, meski ada juga yang menggunakan metode transfer. Lonjakan jumlah penukar ini menandakan masyarakat dan pelaku pasar berusaha memanfaatkan kondisi pelemahan rupiah untuk bertransaksi dolar AS.
Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada hari itu berada di Rp 14.927, melemah dari Rp 14.840 pada hari sebelumnya. Pelemahan rupiah ini menggambarkan fluktuasi pasar yang cukup tajam dan berdampak langsung pada perilaku ekonomi masyarakat di sektor valuta asing.
Fenomena ini bukan hanya menggambarkan kondisi pasar saat ini, melainkan juga mengindikasikan kebutuhan masyarakat terhadap mata uang aman di tengah ketidakpastian nilai tukar rupiah.
sumber dari :
Rupiah Terpuruk, Money Changer Ramai oleh Penukar Dolar AS – Halaman all – Tribunjabar.id




