JAKARTA, investor.id -Rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS (USD) pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 22 poin terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa sore (7/10), setelah sebelumnya sempat melemah 10 poin di level Rp 16.561 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.583.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa Rupiah menguat meski Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa pada akhir September 2025 menjadi sebesar US$ 148,7 miliar.
Angka tersebutlebih rendah dari posisi pada akhir Agustus 2025 sebesar US$ 150,7 miliar. Dengan demikian, cadangan devisa turun sebesar US$ 2 miliar pada September 2025.
“Posisi cadangan devisa akhir September 2025 tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa ini tetap kuat mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” papar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa (7/10/2025).
Dari sisi eksternal, penguatan rupiah terjadi di harikeenam penutupan sementara pemerintah atau government shutdown di Amerika Serikat, setelah negosiasi akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan pendanaan.
Rupiah juga menguat di tengah krisis politik yang semakin mendalam di Prancis, setelah pengunduran diri Perdana Menteri Sebastien Lecornu secara tiba-tiba. Dilaporkan, Pemerintah Prancis kini dapat mengadakan pemilihan parlemen dadakan, di tengah meningkatnya seruan dari kelompok sayap kanan dan sayap kiri ekstrem untuk perubahan pemerintahan.
Penguatan rupiah juga terjadi menyusul terpilihnya SanaeTakaichi sebagai calon perdana menteri baru Jepang dariPartai Demokrat Liberal.
Namun, pasar memperhatikan perkembangan geopolitik di Eropa, di manaUkraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi terbesar Rusia yakni kilang minyak Kirishi.
https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=Rupiah_Perkasa_Usai_BI_Catat_Penurunan_Cadangan_Devisa&news_id=475636&group_news=RESEARCHNEWS&news_date=&taging_subtype=MINYAKDANGAS&name=&search=y_general&q=kilang%20minyak,%20&halaman=1




