Bekasi, 22 Juli 2025 – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kemarin, 21 Juli 2025, berdampak pada peningkatan transaksi di sejumlah money changer di Kota Bekasi. Beberapa pemilik money changer melaporkan lonjakan permintaan untuk dolar AS, sementara transaksi untuk mata uang lainnya relatif stabil.
“Kemarin memang ramai sekali, terutama untuk penukaran dolar,” ujar Ibu Ani, pemilik Money Changer “Sinar Mas” di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur. “Banyak yang khawatir dengan pelemahan rupiah dan langsung buru-buru menukarkan uang mereka ke dolar.”
Menurut Ibu Ani, peningkatan transaksi mencapai sekitar 30% dibandingkan hari-hari biasa. Ia mengamati bahwa sebagian besar pelanggan yang datang adalah mereka yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau memiliki kebutuhan transaksi internasional. “Mereka tampaknya ingin mengamankan uang mereka sebelum rupiah melemah lebih jauh,” tambahnya.
Sementara itu, di wilayah Bekasi Barat, Pak Budi, pemilik “Budi Exchange,” juga merasakan peningkatan permintaan dolar AS. Meskipun tidak seluas di wilayah timur, ia mencatat peningkatan transaksi sekitar 15-20%. “Ada kekhawatiran akan ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi nilai tukar rupiah,” kata Pak Budi.
Meskipun terjadi peningkatan transaksi, kedua pemilik money changer tersebut tetap menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat. Mereka mengimbau agar masyarakat memilih money changer yang resmi dan terpercaya untuk menghindari potensi penipuan. “Pastikan Anda memeriksa kurs yang ditawarkan dan biaya-biaya tambahan sebelum melakukan transaksi,” pesan Ibu Ani.
Para analis ekonomi memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah akan tetap fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. Faktor-faktor global seperti inflasi dan kebijakan moneter negara-negara maju masih akan menjadi penentu utama. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kehati-hatian tetap diperlukan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi valuta asing.




