Jakarta — Menukar uang rupiah ke mata uang asing merupakan salah satu persiapan penting sebelum berlibur ke luar negeri. Namun, hal ini kerap menimbulkan masalah karena wisatawan sering menjadi korban nilai tukar yang merugikan atau bahkan penipuan. Oleh sebab itu, wisatawan sangat disarankan untuk menghindari layanan money changer di bandara dan tempat wisata yang biasanya memberikan kurs jauh lebih rendah dibandingkan di tempat lain.
Berdasarkan informasi dari para ahli dan lembaga keuangan, money changer di bandara dan tempat wisata sering memanfaatkan kebutuhan mendadak pelancong dengan menetapkan nilai tukar yang lebih buruk serta biaya tambahan yang tidak transparan. Hal ini berisiko merugikan para wisatawan yang sedang terburu-buru dan tidak memiliki banyak pilihan lain.
Untuk menghindari hal tersebut, wisatawan dianjurkan untuk menukar uang sejak masih berada di Indonesia. Bank dan money changer resmi di tanah air biasanya memberikan nilai tukar yang lebih kompetitif dan transparan dibandingkan di luar negeri. Selain itu, ada kemungkinan bahwa rupiah tidak diterima atau dihargai lebih rendah di negara tujuan.
Selanjutnya, penting untuk selalu menggunakan money changer yang memiliki izin resmi dari Bank Indonesia dan menampilkan stiker Pedagang Valuta Asing (PVA). Money changer ilegal atau tidak resmi kerap menjadi sumber penipuan, mulai dari pemberian uang palsu hingga manipulasi kurs. Wisatawan disarankan membandingkan kurs di beberapa tempat dan selalu meminta bukti transaksi.
Selain itu, membawa kartu kredit atau debit bisa menjadi alternatif yang aman dan praktis, dengan nilai tukar yang relatif kompetitif. Namun, menyiapkan uang tunai tetap penting karena tidak semua tempat di luar negeri menerima pembayaran non-tunai, khususnya di daerah yang kurang berkembang.
Penarikan uang tunai menggunakan ATM di luar negeri juga bisa menjadi solusi, tetapi para pelancong harus berhati-hati terhadap keamanan dan biaya tambahan yang dikenakan oleh bank asing atau lokal. Disarankan melakukan penarikan dengan jumlah yang cukup dalam satu kali transaksi untuk mengurangi frekuensi biaya administrasi.
Terakhir, wisatawan harus selalu memeriksa keaslian dan jumlah uang yang diterima setelah penukaran untuk menghindari kesalahan atau penipuan. Menyimpan struk transaksi juga penting sebagai bukti yang dapat digunakan jika terjadi masalah.
Dengan menerapkan tips-tips ini, diharapkan wisatawan dapat menukar uang asing dengan aman dan efisien, sehingga perjalanan ke luar negeri menjadi lebih nyaman tanpa hambatan finansial.
sumber dari : Mau Berlibur ke Luar Negeri? Hindari Layanan Money Changer di Tempat Wisata – TribunNews.com



