JAKARTA, 10 Juli 2025 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini, 10 Juli 2025, menunjukkan penguatan tipis. Namun, para pelaku bisnis money changer tetap waspada terhadap volatilitas pasar global yang masih tinggi. Penguatan rupiah yang terbatas ini tidak cukup untuk menghilangkan kekhawatiran para pelaku bisnis di sektor ini.
Berdasarkan data dari beberapa sumber, rupiah berhasil menguat sekitar 5 poin terhadap dolar AS, berada di kisaran Rp 16.230 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini. Kendati demikian, pergerakan ini dinilai masih fluktuatif dan rentan terhadap berbagai faktor eksternal.
“Meskipun ada penguatan sedikit, kami tetap siaga,” kata seorang pemilik money changer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang enggan disebutkan namanya. “Pasar masih cukup bergejolak, jadi kami harus hati-hati dalam menetapkan kurs jual dan beli.”
Ancaman Resesi Global dan Kenaikan Suku Bunga
Ancaman resesi global dan kebijakan kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral sejumlah negara maju masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Hal ini membuat para pelaku money changer harus lebih cermat dalam mengelola risiko dan menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Beberapa money changer mengaku telah mengurangi volume transaksi tertentu untuk menghindari potensi kerugian akibat fluktuasi yang tak terduga. Mereka juga lebih selektif dalam memilih mata uang asing yang diperdagangkan, dengan fokus pada mata uang yang dianggap lebih stabil.
Sumber Dari : detik.com




